BerdasarkanPermenkes No. 12 Tahun 2017, ada beberapa imunisasi atau vaksin yang wajib untuk bayi baru lahir sampai sebelum berusia 1 tahun. Jenis imunisasi ini bisanya diberikan gratis oleh pelayanan kesehatan di bawah naungan pemerintah, seperti Posyandu, Puskesmas, maupun rumah sakit daerah. Terdapat dua tipe imunisasi yaitu suntik dan oral
MenurutProverawati (2010), imunisasi ada dua macam, yaitu: imunisasi aktif dan imunisasi pasif. Imunisasi aktif merupakan pemberian suatu bibit penyakit yang telah dilemahkan (vaksin) agar sistem imun tubuh berespon spesifik dan memberikan suatu ingatan terhadap antigen, sehingga ketika terpapar lagi tubuh dapat mengenali dan meresponnya.
Vaksinasiadalah imunisasi aktif secara buatan, yaitu sengaja memberikan antigen yang diperoleh dari agen menular pada ternak sehingga tanggap kebal dapat ditingkatkan dan tercapai resistensi terhadap agen menular tersebut. Vaksin diklasifikasikan menjadi dua klas, yaitu vaksin hidup dan vaksin mati.
toppdf hubungan tingkat pengetahuan tentang imunisasi tetanus toksoid dengan kelengkapan imunisasi tetanus toksoid pada ibu hamil primigravida di puskesmas rowosari kota semarang dikompilasi oleh 123dok.com
Imunisasisendiri ada dua, yaitu imunisasi aktif dan pasif. Imunisasi aktif adalah pemberian vaksin, dimana di dalamnya berisi bakteri atau bakteri yang dilemahkan, untuk memancing tubuh memproduksi sendiri antibodi terhadap virus atau bakteri itu. Sedangkan imunisasi pasif adalah pemberian antibodi dari tubuh orang yang sudah kebal penyakit
adadua macam, yaitu imunisasi aktif dan pasif. Imunisasi aktif adalah pemberian kuman atau racun kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan dengan tujuan untuk merangsang tubuh memproduksi antibodi sendiri. Contohnya adalah imunisasi polio atau campak. Sedangkan imunisasi pasif adalah penyuntikan sejumlah antibodi,
danpasif. Imunisasi pasif adalah suatu pemindahan atau transfer antibodi secara pasif. Sedangkan imunisasi aktif yaitu pemberian vaksin (antigen) yang dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi) dari sistem imun di dalam tubuh. Dalam bahasan selanjutnya dalam penelitian ini yang dimaksud imunisasi adalah imunisasi aktif 1,2
makanan atau masyarakat yang mempunyai risiko tertular dan menularkan. (3) Pemberian imunisasi Hepatitis B aktif wajib diberikan kepada bayi baru lahir segera setelah kelahirannya. (4) Pemberian imunisasi Hepatitis B pasif diberikan kepada bayi baru lahir dari ibu dengan hepatitis B segera setelah kelahirannya. Pasal 8 (1) Surveilans
WcPx. Imunisasi aktif adalah kondisi tubuh yang dapat membentuk imunitasnya sendiri dengan cara memasukkan vaksin ke tubuhnya, dengan begitu vaksin tersebut akan merangsang produksi antibodi sendiri. contohnya vaksin polio, vaksin polio adalah virus polio yang sudah dilemahkan, ketika masuk ke dalam tubuh, maka akan membuat tubuh memiliki kekebalan yang lebih agar ketika polio menyerang, tubuh sudah dapat melawannya. Imunitas pasif adalah imunisasi yang terjadi saat tubuh memperoleh imunitas dengan cara menyuntikan serum pada tubuh yang didalamnya mengandung antibodi terhadap suatu penyakit. Imunisasi ini biasanya diberikan saat dalam keadaan darurat yang diperkirakan tidak ada waktu pembentukan antibodi yang cukup untuk melawan antigen yang masuk dalam tubuh. Contohnya ketika seseorang digigit ular, maka akan diberikan serum antibisa. Dari kedua pengertian diatas dapat kita ketahui perbedaan imunisasi aktif dan pasif, terutama jika dilihat dari segi waktu pemberiannya dan vaksin yang diberikan. Jika di imunisasi aktif waktu imunsasi sudah ditentukan seperti imunisasi polio saat bayi berusia  dan pemberian vaksin lainnya sudah ada waktu yang dianjurkan. Biasanya vaksin yang diberikan di imunisasi aktif adalah vaksin yang sudah wajib diberikan saat bayi, bahkan pemerintah sendiri yang menganjurkan pemberian vaksin. Sedangkan untuk imunisasi pasif, waktu yang diberikan tidak menentu. Vaksin bisa diberikan kepda anak-anak ataupun orang dewasa. Contohnya saat orang digigit ular di situ diberikan serum antibisa, pemberian imunisasi rabies pasif dan imunisasi hepatitis A. Ketika orang hendak pergi umrah, biasanya diberikan vaksin, hal ini berguna untuk mencegah penyakit yang ada di negara yang akan dikunjungi. Meskipun imunisasi tidak selamanya menyelamatkan, namun setidaknya dapat mencegah atau meringankan. Manfaatnya pun lebih banyak dibandingkan efek sampingnya. Apalagi bagi balita yang dianjurkan untuk melengkapi imunisasi yang sudah dianjurkan. Jikalau terlewatkan, maka sebaiknya secepatnya ke dokter untuk segera diberikan vaksin. Bagi yang akan pergi ke luar negeri yang mana di negara tujuan ada jenis penyakit yang tidak ada di negaranya sendiri pemberian vaksin juga sangat diharuskan.