( Kisah Para Rasul 2:41-47) Pendahuluan: Pada umumnya orang menyadari bahwa pertumbuhan gereja yang sehat bukan masalah kuantitas tetapi kualitas. Namun meskipun yang ditekankan adalah kualitas, seringkali kesimpulan akhirnya tetaplah kenaikan kuantitas. Rudy R. Sirait, S.Th., MA. CE., M. Th (2021), Kisah Para Rasul 2:41-47 mengulas kesatuan gereja mula-mula yang utuh, solid, dan harmonis. Persatuan itu didasari oleh hati yang takut akan Tuhan, peduli terhadap sesama, dan penuh ketulusan. Kisah Para Rasul 2:41-47. Konteks. Cara hidup jemaat yang pertama. 2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah w mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran x rasul-rasul dan dalam persekutuan. kecilkan semua Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa) Jerusalem: Kis 2:42-47 Baiklah dibandingkan dengan Kis 4:32-35 dan Kis 5:12-16. Ketiga "ringkasan" yang disusun oleh Lukas sendiri itu dengan cara serupa melukiskan kehidupan umat Kristen purba. Jerusalem: Kis 2:43 - dan tanda Persekutuan yang menjadi teladan bagi kita, sebagai persekutuan yang ideal adalah jemaat mula - mula sebagaimana terdapat dalam pembacaan kita, Kisah para rasul 2:41-47. Kita belajar dari pembacaan tadi dalam tema khotbah: KUASA YANG MENUMBUHKAN . Menyelam Dalam 14 Penjelajah Alkitab (Kisah Para Rasul) Membaca Untuk Mendengar: Kisah Para Rasul Renungan Harian Orangtua Dan Anak "Abundant Joy" Menggunakan Karunia Anda sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Puji syukur dan terima kasih kepada Allah yang menuntun kita melewati malam dengan istirahat yang baik, serta memungkinkan kita memasuki hari baru. Bahan refleksi harian: Kisah Para Rasul 2:46-47 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Kisah Para Rasul 2:41-47 PBTB2. Orang-orang yang menerima perkataannya itu dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. UDKaCRW.